Perkuat Militansi Kader, DPC PDI Perjuangan Lampung Gelar Pendidikan Politik

Perkuat Militansi Kader, DPC PDI Perjuangan Lampung Gelar Pendidikan Politik

LAMPUNG SELATAN – DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan menjadikan pendidikan politik sebagai landasan untuk memperkuat mesin partai. PDI menjejali fungsionaris, dan kader partainya untuk menganut ideologi yang berpusat pada ajaran Bung Karno dan nilai-nilai Pancasila.

Pendidikan ini memang dirancang secara sistematis untuk mencetak kader militan, administrator publik, dan calon pemimpin masa depan. Kader PDI wajib mempunyai loyalitas terhadap konstitusi, serta peningkatan kapasitas untuk memenangkan pemilu dan melayani rakyat.

Peserta pendidikan politik dihadiri dari pengurus PAC 17 kecamatan, plus fungsionaris DPC di Kabupaten Lampung Selatan. Peserta juga mendapatkan wejangan dari beberapa senior dan elite partai. Ada Muhklis Basri, dan Bane Raja Manalu, dua anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan.

Kedua kader senior partai besutan Megawati Soekarnoputri ini mengimbaskan ilmu serta pengalaman yang mereka peroleh. Khusus bagi Mukhlis Basri yang hadir melalui zoom. Dia menyampaikan pesan-pesan mendalam dan krusial. Dia mengatakan meraih kemenangan pada pemilu 2029 bukanlah perkara mudah.

Mukhlis meminta seluruh kader yang mengikuti pendidikan politik di Kantor DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan, Selasa, 23 Juni 2026, melakukan pemetaan wilayah untuk mengetahui kekuatan partainya. Cara ini dilakukan untuk mendeteksi kelemahan, dan memutuskan langkah-langkah yang harus diambil untuk memperkuat akar partai di wilayah.

“Petakan di mana PDI yang masih lemah, data itu yang harus kita kuasai. Apa yang harus kita lakukan dan kerjakan,” kata Muhklis.

Selain kedua politikus senior, ada nama Darmadi CP, Sujiatmoko, Nurul Ikhwan, dan Dzawil Aqli, yang menjadi narasumber. Mereka juga memberikan pembekalan mengenai ideologi partai, kepemimpinan, strategi komunikasi politik, penguatan peran kader dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana perjuangan politik yang efektif di era digital.

Ketua DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan, Lesty Putri Utami, yang membuka secara langsung pendidikan politik meminta seluruh kader partai untuk tidak melupakan sejarah panjang yang sudah dibangun oleh Bapak Ideologi mereka, yakni Soekarno.

“Ini momentum sebagai partai penyeimbang yang luar biasa. Kita jangan sampai melupakan sejarah, harus tetap hidup di naluri jiwa kita bersama,” katanya.

Anggota DPRD Provinsi Lampung dapil Lampung Selatan ini mengatakan bahwa pelaksanaan pendidikan politik menjadi kebanggaan untuk dirinya. Dari 15 kabupaten/kota, Lampung Selatan jadi daerah pertama dan satu-satunya yang menggelar pendidikan politik.

“Konkretnya, kita mengenal awal PDI sebagai Ideologi Pancasila, kegotongroyongan, militansi kita bersama. Bapak dan ibu harus paham, ini untuk kebaikan dan kemajuan bagi partai dan rakyat Indonesia,” katanya.

Lesty mengatakan pendidikan politik memiliki tujuan untuk mencetak kader-kader yang berintegritas, bisa terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat, dan mem-branding setiap kegiatan partai sampai ke pelosok-pelosok. Bagian utamanya adalah meneguhkan semangat nasionalisme, dan loyal tinggi kepada partai.

“Saya ingin mencetak kader-kader yang mampu, dan bisa memberikan solusi kepada masyarakat. Kenapa, karena negara kita tidak sedang baik-baik saja,” katanya.

Pendidikan politik ini mengusung tema “Setialah pada Sumbermu”. Momentum tepat di puncak Bulan Bung Karno. Pendidikan ini menjadi bukti nyata bahwa partai terus bergerak memperkuat kualitas kader, menjaga api perjuangan Bung Karno, serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan posisi DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Lesty Putri Utami sebagai pelopor pendidikan politik kader di Provinsi Lampung, dan sebagai organisasi politik yang konsisten mengedepankan pengabdian kepada rakyat sebagai prioritas utama.(*)